Sabtu, 30 Oktober 2010

Ceritanipun J-Rocks

J-Rocks

Lahir: 9 November 2003 Jakarta, Indonesia
Jenis Musik: j-rock, j-pop
Tahun aktif: 2003-sekarang
Perusahaan rekaman: Aquarius Musikindo
Dipengaruhi: L'Arc~en~Ciel, Malice Mizer, Muse, Nirvana
Situs resmi: http://j-rocks.co.id

Anggota:
*Iman Taufik Rachman (Iman) - vocal, gitar (leader)
*Swara Wimayoga (Wima) - bass
*Sony Ismail Robbayani (Sony) - gitar
*Anton Rudi Kelces (Anton) - drum

Nama J-rocks sempat menjadi pembicaraan hangat di kalangan pecinta musik Jepang di Indonesia karena nama ini seakan mewakili genre Japanese Rock.

Pada awal terbentuknya, Iman menghubungi temannya, Wima untuk menjalankan konsep band yang pernah ia rencanakan sejak SMA. Karena sulit mencari vocalis yang cocok, akhirnya Iman lah yang mengambil posisi vocal.

Awalnya band ini bernama J-Rockstar, adalah ide dari sebuah stiker bertuliskan Rockstar, dengan harapan suatu saat akan menjadi Rockstar (bintang musik rock). Tambahan huruf "J" di depannya untuk mewakili band itu sendiri dengan alasan J bisa berarti Jepang karena umumnya mereka memainkan J-Music, Jakarta karena mereka berasal dari Jakarta, Jujur dalam bermusik dalam artian memainkan apa yang bener-bener mereka suka dan ingin memainkan musik yang ber-soul (jiwa).
Awal 2004, J-Rocks, yang saat itu masih bernama J-Rockstar menjuarai festival musik Nescafe Get Started 2004 yang disponsori oleh Nescafe, Trans TV, dan Aquarius Musikindo. Masing-masing personil meraih best vocalist, best guitarist, best bassist, dan best drummer. Mereka berhasil menjuarai festival tersebut dan berkesempatan membuat album kompilasi Nescafe Get Started yang merupakan awal bentuk kerjasama mereka dengan Aquarius Musikindo.
Setelah memasuki dapur rekaman, nama J-Rockstar akhirnya disingkat menjadi J-Rocks karena adanya masalah penyebutan, sementara nama J- Rockstars akhirnya menjadi istilah untuk fans / penggemar J-Rocks dan biasa disingkat JRs. Awalnya band ini sempat menjadi spesialis atau band cover untuk Laruku.

Namun secutan band cover tersebut mulai mereda dengan peluncuran album J-Rocks yang tidak hanya beraliran j-rock. Yaitu album perdana nya yang bertajuk "Topeng Sahabat" dengan label Aquarius pada pertengahan tahun 2005 dan mengisi dua lagu di album OST Dealova yaitu "Serba Salah" dan "Into The Silent".
Band ini semakin menegaskan bahwa mereka bukan band cover dari Laruku dengan munculnya album kedua, Spirit. J-Rocks memainkan bermacam-macam beat dan aliran musik. Tidak hanya aliran j-rock, namun juga seperti Rock'n Roll (Juwita Hati), Waltz / Victorian (Tersesal), Symphonic Metal (Aku Harus Bisa), blues, klasik, dan lainnya.
Pada lagu "Kau Curi Lagi" mereka berkolaborasi gitaris wanita, Prisa Rianzi dan pada lagu "Juwita Hati" mereka membuat video klip di Jepang yang digarap oleh Hedy Suryawan. Shalvynne Chang, Sato & Boppy berperan sebagai fans yang mengejar idolanya sampai ke Jepang . Tidak tanggung-tanggung, beberapa kawasan di Jepang termasuk Shibuya & Harajuku dijadikan lokasi syuting Video Clip. Konsep yang menarik membuat Video Klip ini populer di Indonesia.

2008, J-Rocks mengukir sejarah sebagai band Indonesia pertama yang rekaman di studio legendaris Abbey Road, di Inggris. Kesempatan berharga ini diperoleh J-Rocks karena memenangkan ajang "A Mild Live Soundrenaline 2008". J-Rocks terpilih sebagai band terbaik di ajang tersebut karena mampu tampil sesuai dengan tema "Free Your Voice" dan berhasil membawa topik "Save Our Music and Culture".
Abbey Road Studios sendiri didirikan pada November 1931 oleh EMI di London. Sejumlah musisi tersohor pernah merekam lagu mereka di studio itu, seperti The Beatles, Green Day, Muse, Oasis,
Radiohead, Red Hot Chili Peppers, U2 bahkan Michael Jackson.

Proses rekaman dan mixing lagu-lagu terbaru mereka dilakukan selama lima hari dari tanggal 12 sampai 16 Oktober 2008. Di sana mereka ditangani oleh Chris Butler, seorang sound engineer ternama.
Sedangkan untuk proses rekaman ketiga lagu J-Rocks hanya membutuhkan waktu selama dua hari. Di hari ke-3, Christ melakukan proses final mixing untuk lagu-lagu itu.

Sambil menunggu, J-Rocks membuat video clip untuk lagu Falling in Love dan berfoto di zebra cross legendaris Abbey Road dengan mengenakan batik yang sudah mereka persiapkan dari Jakarta. Hasilnya J-Rocks merilis album ke-3, berupa mini album bertajuk "Road to Abbey", dengan cover bergambar J-Rocks menyebrangi zebracross Abbey Road ala The Beatles. Berisi 4 lagu dan 1 instrumental.

Sejak tahun 2008-lah J-Rocks mulai mengenakan kostum batik dengan desain modern namum tetap dengan dandanan ala harajuku, dan mempromosikan batik kepada kawula muda. Pada tahun itu pula J-Rocks menjadi icon Anti-HIV oleh MTV Indonesia. Karena salah satu lagu oleh-oleh dari Abbey Road, "Meraih Mimpi" menjadi theme song MTV dalam rangka memperingati hari HIV/AIDS sedunia, tanggal 1 Desember 2008.
Dari munculnya album dan prestasi J-Rocks itulah yang membuktikan bahwa J-Rocks bukanlah band cover dari Laruku. Banyak pula anak-anak Ciel (penggemar Laruku) yang mulai menerima anak-anak JRs, dan tidak memberi sebutan band cover lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar