Kamis, 28 Oktober 2010

Ceritanipun L'Arc~en~Ciel (Laruku)

Didirikan oleh Tetsu, Februari 1991.
"L'Arc~en~Ciel" merupakan bahasa Perancis yang secara harfiah berarti "lengkungan di langit" atau "pelangi". Nama ini diambil dari judul sebuah film Perancis yang pernah ditonton oleh Tetsu.
Di Jepang saja, band ini telah menjual > 25 jt kopi album dan single.

Osaka, awal tahun 1991 Tetsu dan Hiro membentuk grup band. Tetsu sebagai bassis dan vokal sementara Hiro sebagai gitaris. Saat itu Hyde masih menjadi gitaris di band Kiddies Bomb, yang kemudian berganti nama menjadi Jerusalem’s Rod. Hyde pun berganti posisi menjadi vokalis (meskipun pada saat itu ia sama sekali tidak tertarik dengan perannya tersebut).
Suatu saat Tetsu menyaksikan penampilan grup band tersebut untuk kali pertama. Ketika itu ia merasa yakin bahwa Hyde adalah orang yang tepat untuk mengisi posisi vokal Laruku. Maka selama beberapa kalu ia terus mengikuti penampilan band tersebut, hingga pada akhirnya ia memutuskan untuk mengajak Hyde dan rekannya di Jersarem’s Rod, Pero untuk bergabung dengannya. Setelah beberapa kali melakukan session, Hyde akhirnya memutuskan untuk meninggalkan band lamanya dan bergabung bersama Tetsu. Maka terbentuklah formasi paling awal L’Arc~en~Ciel:
Tetsu, bass + pemimpin band
Hyde, vokal
Hiro, gitar
Pero, drum

Penampilan live pertama Laruku tanggal 30 Mei 1991 di Nanba Rockets. Bahkan kala itu sang pemilik panggung berpikir bahwa L’Arc~en~Ciel akan menjadi sangat terkenal, dan hal itu terbukti beberapa tahun kemudian.

Pada bulan Juni 1992 tanpa alasan yang jelas, Hiro mengundurkan diri tepat sebelum mereka akan memulai demo rekaman. Setelah berbagai macam persiapan yang telah mereka lakukan sebelumnya, tentu akan sangat konyol apabila mereka membatalkannya. Maka Tetsu kemudian membujuk Ken, teman masa kecilnya untuk membantu dalam pembuatan demo. Ken menyanggupinya dan pada waktu itu ia harus menghafal seluruh lagu yang akan dimasukkan ke dalam album dalam waktu yang cukup singkat, yakni 5 hari, akan tetapi ia mampu melakukannya, dan proses rekamanpun akhirnya dapat selesai dalam 3 hari.
Namun muncul masalah baru, Ken masih berstatus mahasiswa jurusan Arsitektur semester akhir di sebuah perguruan tinggi di Nagoya. Tentunya akan sulit melakukan dua kegiatan sekaligus, kuliah dan nge-band. Akhirnya hanya dalam 3 hari saja Ken mengambil satu langkah berani dengan memutuskan untuk meninggalkan bangku kuliahnya dan bergabung dengan Laruku meskipun saat itu ia tak begitu yakin akan masa depannya di musik. Keputusannya itu tentu saja ditentang habis oleh orang tuanya yang menginginkan ia menjadi seorang sarjana. Akibatnya ia diusir dari rumah dan tidak pernah bertegur sapa lagi dengan orang tuanya.

Tanggal 30 Desember 1992 lagi-lagi Laruku harus kehilangan salah satu anggotanya. Pero mengundurkan diri tepat setelah penampilan live mereka di Osaka Music Hall. Maka Tetsu mulai mencari drummer pengganti, ia lebih memilih untuk mencarinya di Tokyo, toh saat itu ia pikir pada akhirnya mereka akan merantau ke Tokyo.
Suatu hari ia melihat penampilan Sakura yang langsung menarik perhatiannya. Kemudian Tetsu mencoba mengajaknya bergabung bersamanya dengan cara mengirimkan demo tape kepada Sakura. Lantas Sakura pun pergi ke Osaka untuk melakukan jam session bersama mereka. Dan setelah itu ia secara resmi bergabung dengan Laruku pada 16 Januari 1993. Beberapa album dan single terbaik telah mereka capai sejak itu.

Bulan April 1997 akan selalu tercatat dalam sejarah karier Laruku sebagai masa mimpi buruk. Bagaimana tidak, di tengah kegemilangan yang dicapai oleh mereka, Sakura, dengan terpaksa harus meninggalkan rekan-rekannya di Laruku selama lima tahun bersama-sama merintis kesuksesan, setelah terkait dengan kasus kepemilikan dan penggunaan narkotika. Peristiwa tersebut berimbas pada pembatalan seluruh aktivitas Laruku seperti peluncuran single The Fourth Avenue Cafe dan tur yang telah dijadwalkan. Bahkan semua merchandise ditarik dari pasaran!
Meskipun rekan Laruku tidak menginginkannya pergi, namun atas kehendak perusahaan rekaman dan produser, sejak bulan April ja mundur dari Laruku.
“Aku sangat menyesal telah melakukan hal yang sangat bodoh dan tak pantas untuk dimaafkan. Aku tak berhak lagi berada di dalam band, semua ini salahku. Aku hanya bisa mendoakan yang terbaik bagi L’Arc~en~CIel, aku berharap agar mereka tetap berjuang dan semoga semakin sukses di masa mendatang”, itulah kata-kata perpisahan yang diucapkan Sakura ketika ia meninggalkan Laruku.
Sejak insiden tersebut, anggota Laruku tersisa tiga orang.

Setelah kepergian Sakura, Tetsu segera mencari drummer pengganti. Suatu saat ia mendengar Yukihiro, eks-Zi:Kill dan Die in Cries yang keduanya telah disbanded. Tetsu tertarik dengan permainan drumnya, maka disusunlah rencana pendekatan oleh Tetsu. Menurut kabar yang beredar, Tetsu dan Yukihiro berkenalan lewat game Evangelion, di mana Tetsu meminta Yukihiro untuk mengajari permainan tersebut. Lantas Tetsu berbicara dengan Yukihiro mengenai peristiwa menyedihkan yang menimpa grup bandnya. Bak gayung bersambut, Yukihiro menawarkan bantuannya kepada Tetsu untuk proses rekaman.
Dikurun waktu 1997, Yukihiro berperan sebagai additional player. Hingga pada 1 Januari 1998 ia secara resmi menjadi personil tetap L’Arc~en~Ciel.

Maka terbentuklah formasi Laruku sekarang ini:
Hyde (vokal)
Ken (gitar)
Tetsu (bass)
Yukihiro (drum)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar